Potential Assessment and Assessment Center

http://www.adilkurnia.com is the website for human resource development

Human Resource Management Consultancy

http://www.adilkurnia.com is the website for human resource development

Job Analysis, Workload Analysis and Job Design

http://www.adilkurnia.com is the website for human resource development

Recruitment, Manpower Supply and Outsourcing

http://www.adilkurnia.com/ is the website for human resource development

Training and Development

http://www.adilkurnia.com is the website for human resource development

Sunday 1 June 2014

Abraham Lincoln: Menjadikan Musuh Sebagai Teman

Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden AS ke-16
Foto: http://www.gaukartifact.com
 
Dalam sebuah kampanye, seorang senator mengatakan pada Abraham Lincoln, ”Kalau Anda maju, ingatlah bahwa Anda hanyalah anak seorang tukang sepatu”.

Mendengar pernyataan itu, Abraham Lincoln hanya tersenyum. Ia maju ke atas mimbar dan memulai pidatonya yang singkat, ”Terima kasih sudah mengingatkan saya pada ayah saya yang sudah lama meninggal. Setahu saya, ayah sayalah yang membuat semua sepatu Anda sekalian. Jadi jika Anda sekalian mungkin merasa tidak cocok dengan sepatu yang Anda pakai sekarang, biarkan saya memperbaikinya”.

Mendengar perkataan Abraham Lincoln tersebut, seluruh hadirin bertepuk tangan meriah. Bahkan para lawan politiknya tersenyum dan menaruh simpati pada Abraham Lincoln.

Setelah mundur dari mimbar, seorang wartawan bertanya pada Abraham Lincoln,”Kenapa Anda membuat musuh Anda menjadi teman baik Anda?” Abraham Lincoln menjawab, “Itulah cara saya melenyapkan semua musuh saya. Dengan menjadikan mereka sebagai teman, saya tidak lagi mempunyai musuh”.

Dalam kehidupan kita sehari hari, kita mungkin tidak bisa lepas dari gesekan dengan orang lain. Gesekan itu mungkin terjadi karena banyak faktor, misalnya iri hati, persaingan, perbedaan pendapat dan prinsip hidup. Gesekan yang tidak disikapi dengan bijak akan berpeluang menjadi konflik. Ketika konflik berkembang, maka hubungan dengan sesama akan retak. Yang semula kawan bisa berubah menjadi lawan.

Jangan marah atau terbawa emosi dalam menanggapi berbagai kritik atau celaan yang menjatuhkan kita. Kasihilah orang yang telah menyakiti kita dengan ketulusan dan kerendahan hati. Jika kita mampu melakukannya, maka hidup kita akan menjadi indah dan selalu bahagia karena kita tidak memiliki musuh.
 
 
Sumber: Anonim

Friday 25 October 2013

Keikhlasan Mengharukan Dari Lelaki Mulia

 

“Wahai anakku, engkaulah lelaki itu...
Engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini.
Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan disampingnya selamanya.
Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu...”


Inilah kata-kata mengharukan yang seolah-olah dikatakan oleh ibunda Reza Somantri ketika memeluk anaknya begitu lama seperti tak berkesudahan saat prosesi sungkeman pernikahan Reza Somantri dengan Putri Herlina yang memiliki keterbatasan fisik.
 
Hari itu Allah SWT membuktikan janjinya, derajat seseorang yang lahir di dunia dengan segala keterbatasan dan kekurangan diangkat tinggi di depan manusia lainnya. Kisahnya menginspirasi banyak orang yang lahir dengan sempurna, dengan limpahan harta dan kasih sayang orang tuanya.



Sumber: http://saptuari.blogspot.com

Kisah Tentang Kesabaran


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang membaca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”,
 

Lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang…

lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Waaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
”Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

”Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

”Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”

”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi…

Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu,
kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu,
kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga…
 

Dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
 

”Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

”Ayah tahu, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi…

Ingatlah anakku…
 

Ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh,suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri…

Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri…

Jadilah seorang yang kuat, yang tetap tabah dan memiliki pendidrian karena ia tahu ada sang pencipta di sampingnya…

Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang…

Maka kau tahu akhirnya kan?”


”Ya ayah, aku tahu.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar” 

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.







Sumber Bacaan:
http://www.darusshofa.com

Sunday 29 September 2013

Kisah Si Pencuri Kue


Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.

Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yang berada diantara mereka berdua. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si "Pencuri Kue" yang pemberani itu menghabiskan persediaannya.Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itu pun sempat berpikir: ("Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !").

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia segera mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya.

Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata di situ ada kantong kuenya. "Kok milikku ada di sini, jadi kue tadi adalah milik siapa... Milik lelaki itu?", pikirnya dengan masih terheran.

"Ah, terlambat sudah untuk meminta maaf", ia pun tersandar dan merasa sedih. "Bahwa sesungguhnya akulah yang salah, tak tahu terima kasih dan akulah sesungguhnya sang pencuri kue itu; bukan dia!", pikirnya dengan perasaan sangat menyesal.

Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi seringkali terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang selalu salah, orang lain yang patut disingkirkan, orang lain yang tak tahu diri, orang lain yang berdosa, orang lain yang selalu bikin masalah. Kita sering mengalami hal diatas, kita sering berpikir bahwa kita paling benar sendiri, kita paling suci, kita paling tinggi, kita paling pintar, dan seterusnya.


(BBM from PB)

Sunday 15 September 2013

Training Workload Analysis

 
Pengantar

 
Seringkali terjadi saling lempar tanggung jawab dalam pengelolaan pekerjaan di perusahaan. Terdapat beberapa orang yang bekerja di perusahaan merasa terbebani dengan pekerjaannya, sementara yang lain terlihat lebih santai. Kondisi ini memuat lingkungan kerja menjadi tidak kondusif. Dan bila dibiarkan akan memberikan dampak demotivasi dalam pekerjaan. Kondisi di atas, terjadi karena metode pembebanan pekerjaan belum dimiliki oleh perusahaan. Dan jikalau terjadi metodenya seringkali belum tepat.  Sehingga hasilnya kurang begitu akurat.
 
Metode yang dipakai adalah Work Load Analysis yaitu gambaran deskriptif dari beban kerja yang dibutuhkan dalam satu unit organisai. Metode ini memberikan informasi tentang alokasi sumber daya karyawan untuk menyelesaikan beban kerja. 
 
Pelatihan ini menjamin anda dapat memahami secara praktis, sehingga dapat digunakan dalam pekerjaan di perusahaan. Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini
 
 
Tujuan dan Manfaat Pelatihan
 
Untuk peramalan/proyeksi terhadap kebutuhan tenaga kerja untuk periode tertentu. 
Melakukan analisa terhadap kemampuan tenaga kerja yang sekarang.  
Memenuhi kebutuhan yang akan datang. Memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengurangan karyawan atau penyesuaian lewat transfer intern atau ekspansi atau Man Power Planning.
 
 
Materi
 
                        1. Pengertian Job Description
                        2. Manfaat Job Description
                        3. Analysis Job Description
                        4. Pengertian Workload 
                        5. Manfaat Workload Analysis
                        6. Integrating Human Capital to Organizational Strategy
                        7. Tuntutan Tata Kelola SDM
                        8. Bagaimana Menghitung FTE
                        9. Efficient VS Effective
                        10. Activity base
                        11. Cara menghitung activity base
                        12. Process Base
                        13. Cara menghitung Base Activity
                        14. Effective Working
                        15. Proses Assesmen Process Base
                        16. Analisis pasca penghitungan
                        17.  Workforce planning
 
 
Sumber: Markshare Training

Training Need Analysis

PENGANTAR :
 
Di era perubahan yang makin cepat, rencana organisasi yang strategic dan dinamis, serta penuh perubahan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan Asset terpenting yaitu SDM. Untuk itu, program pelatihan  adalah eksekusi nyata untuk memberikan pembekalan pertama yang kemudian implementasi di lapangan. Salah satu hal penting yang seringkali terabaikan adalah analisis kebutuhan pelatihan (training needs analysis).   Adanya analisis kebutuhan pelatihan yang cermat bisa secara drastis “mendongkrak” efektivitas program pelatihan, dan benar-benar menjadi jalan menuju kesuksesan. Program 2 hari ini akan membantu para personel pengembangan SDM organisasi Anda agar mampu merancang program pelatihan bagi seluruh komponen organisasi Anda.

 
SASARAN PELATIHAN :
  1. Memahami keterkaitan antara pelatihan dengan pengembangan sumber daya manusia.
  2. Mampu mengidentifikasi masalah-masalah kinerja sumber daya manusia dan mengembangkan alternatif-alternatif solusinya.
  3. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dalam kerangka peningkatan kinerja dan produktivitas sumber daya manusia.
  4. Mampu merancang program pelatihan sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di dalam organisasi.
 
MATERI PROGRAM :
  1. Memetakan keterkaitan kebutuhan bisnis dan kebutuhan pelatihan
  2. Melakukan identifikasi Pengembangan Sumber Daya Manusia 
  3. Identifikasi Masalah Kinengemberja 
  4. Analisis Pekerjaan dan Uraian Pekerjaan 
  5. Desain Kuesioner 
  6. Teknik Wawancara 
  7. Mendesain Program Pelatihan 



Sumber: Markshare Training

Sunday 8 September 2013

Menonton "Symphony On The Sea" di Darwin



Foto: Fildza Adilla
Hari Sabtu, 7 September 2013 ada acara yang unik dan menarik untuk ditonton di Darwin. Kalau biasanya kita menonton pertunjukkan orchestra di suatu gedung atau di ruangan, kali ini orkestra itu akan dimainkan di atas air atau tepatnya di atas kapal di tepi dermaga. Acara tersebut diberi tajuk "Symphony On The Sea".

Setelah janjian dengan beberapa teman mahasiswa Indonesia, maka berangkatlah kami sekitar pukul 4.30 pm secara beriringan menggunakan 2 mobil menuju lokasinya yaitu di Dermaga Stokes Hill Wharf. Satu mobil lainnya yang berangkat sepuluh menit lebih awal mengabarkan bahwa tempat parkir yang dekat lokasi sudah penuh. Jadi kami terpaksa harus cari parkir yang agak jauh yaitu di sekitar kantor Darwin City Council yang kebetulan berdekatan dengan Kantor Konsulat Jenderal RI di Jalan Harry Chan, di pusat kota Darwin.

Konsekuensi dapat parkir jauh adalah kita siap-siap capek berjalan kaki menuju lokasi. Tapi untunglah banyak juga pengunjung lain yang memparkir mobilnya di sekitar sana bahkan lebih jauh lagi. Jadi antisipasi bakal capek jalan kaki ternyata jadi tidak dirasakan. Banyaknya orang yang berjalan kaki bersama menuju tempat tujuan yang sama, meskipun dengan langkah yang cepat tapi jika dilakukan sambil mengobrol hal-hal yang menyenangkan ternyata bisa membuat jarak yang jauh menjadi terasa dekat. Apalagi cuaca sore itu yang tidak panas bahkan tampak cerah sejuk juga sangat mendukung.

Sesampainya di mulut jembatan menuju dermaga, kami melewati pos yang dijaga beberapa orang panitia dan security untuk memeriksa (tepatnya mengamati) para pengunjung yang datang agar tidak membawa makanan/minuman dari luar ke dalam lokasi pertunjukkan. Ini karena di sana telah dijual makanan dan minuman dari stall (stand) yang disediakan panitia. Selain itu, di lokasi Dermaga Wharf dalam sehari-harinya juga digunakan sebagai pusat kuliner tepi laut yang terkenal dengan menu "Fish and Chips"nya.

Di ujung jembatan memasuki lokasi Dermaga Wharf, beberapa orang dengan berseragam tertentu (bukan Security) tampak berkerumun. Sepertinya mereka dari panitia penyelenggara, bukan dari Red Cross (PMI) atau pihak Asuransi (emangnya kayak di Bandara kita, hehe...). Pastinya juga mereka bukan dari Panti Asuhan atau Panitia Pembangunan Rumah Ibadah tertentu (Hicks! Aku kok menyindir budaya negara sendiri sih, ampuuun...).

"Lho katanya ini free event, kok kita harus bayar sih!" pikirku. Apalagi sebagian besar public events di Darwin tidak dipungut bayaran alias gratis. Oh rupanya pengunjung bukannya harus bayar, tapi mereka diharapkan mau memberikan donasi (sumbangan) sukarela ala kadarnya. Maka berdencing-dencinglah bunyi koin (uang logam) recehan di dalam ember putih yang dipegang para petugas itu. Para pengunjung memang melemparkan recehan koin mereka yang satuannya bisa antara 1 sen, 5 sen, 10 sen, 20 sen, 50 sen, 1 dolar atau 2 dolar yang terbesar.

Karena tidak membawa uang koin, aku masukkan ke ember plastik itu uang kertas terkecil sebesar 5 dolar. Mungkin karena dianggap agak besar nominalnya, si petugas lalu memberikan semacam buklet panduan acara plus koran harian lokal NT News. Sementara mereka yang cuma nyemplungin koin recehan tidak dikasih buklet. Oh rupanya ada beda perlakuan terhadap donatur koin recehan dan uang kertas!

Menuju tempat duduk penonton, kami melewati beberapa stall (stand) penjual makanan/minuman. Jangan bayangkan di sana ada abang-abang penjual nasi goreng, mie tektek, gorengan, kue putu apalagi kerak telor seperti di Jakarta. Yang dijual di stall-stall itu (ada sekitar 8 stall) adalah berbagai kue-kue, burger, masakan Cina, India dan Thailand, soft drink serta minuman beralkohol. Yang terakhir ini sepertinya wajib ada dan tidak dilarang di acara-acara seperti ini di Darwin, apalagi ini malam minggu. Juga kebetulan di Darwin belum ada Cabang FPI (Ormas tertentu), jadi dijamin aman tidak ada yang sweeping miras, haha...

Ketika kami datang, tempat duduk yang tersedia baru terisi sekitar seperempatnya. Kami rupanya datang cukup awal jadi lumayan dapat duduk di deretan kelima dari depan. Tapi menjelang acara dimulai pukul 6.30 pm, panitia mengumumkan bahwa lokasi VIP di Sayap Kiri ternyata masih kosong karena ada rombongan undangan yang tidak jadi hadir dan para penonton non VIP dipersilakan untuk menempatinya. Maka dengan sigap rombongan kami bergegas pindah ke lokasi VIP yang kebetulan dekat dengan tempat kami duduk semula dan entah bagaimana prosesnya akhirnya kami berhasil menempati kursi di deretan paling depan dan deretan kedua dengan sedikit agak ke kiri.

Deretan kursi penonton paling depan itu berada persis di tepi dermaga yang hanya dibatasi oleh pagar besi pendek non permanen yang sengaja dipasang secara temporal khusus dalam rangka acara ini untuk menjaga agar penonton terutama anak kecil tidak mudah tercemplung ke air laut. Tapi kalau pun ada yang kecemplung, kita tidak perlu khawatir karena di sana terlihat mondar-mandir boat (perahu kecil) tim penyelamat yang siap siaga untuk menolong. Inilah memang bedanya negara kita dengan negara maju, keselamatan jiwa manusia di sini sangat sangat diutamakan. Aturan-aturan dibuat sangat ketat dengan penerapan sanksi yang konsisten tanpa pandang bulu. Bahkan bila sengaja menghilangkan nyawa seekor Unggas/Burung pun kita akan dikenakan denda besar apalagi bila binatang Mamalia. Jangan tanya berapa nyawa melayang begitu mudah di negara kita karena peraturan lalu linta yang seringkali dilanggar… prihatin!

Sementara itu jarak antara kami sebagai penonton terdepan dengan kapal yang ditempati grup orkestra adalah sekitar 25 meter. Memang tidak terlalu dekat tapi lumayan lah kami masih bisa melihat personil orkestranya meskipun hanya bayang-bayangnya. Lho ini kan bukan nonton film tapi 'nonton' orkestra. Jadi sebenarnya tujuan kita bukan melihat pemusiknya ganteng/cantik atau tidak tapi tujuan kita yang utama adalah mendengarkan keindahan alunan suara yang lahir dari kombinasi berbagai alat musik yang diramu sedemikian rupa dengan dikoordinir oleh seorang dirigen/conductor.

Motivasi kami sebagai mahasiswa yang menonton orkestra ini rupanya masih sebatas untuk bergembira bisa berkumpul dan mengobrol bareng sebagai kompensasi kejenuhan kuliah, menyelesaikan 'assignment' dan menulis thesis yang kok tidak kelar-kelar juga. Motivasi seperti ini ternyata telah berdampak kurang menyenangkan buat orang lain. Karena terlalu hebohnya kami mengobrol, berfoto-foto bahkan mondar-mandir beli makanan/minuman, sampai-sampai seorang bule tua duduk di belakang kami terpaksa berdiri lalu menegur dengan mengatakan "Jangan berisik, kita sedang nonton orkestra jadi harus tenang biar musiknya dinikmati...". Wah wah... kami memang salah, terlalu asyik dan tidak menyadari bahwa pertunjukkan orchestra baru saja dimulai. Rupanya kami masih harus belajar sopan santun lagi di negeri orang...

Keunikan dari pertunjukkan ini yaitu penontonnya bukan hanya yang ada di atas dermaga, tapi ada penonton lain yang menyaksikan yaitu mereka yang ada di atas boat-boat atau sejenisnya yang terapung mengelilingi kapal besar tempat grup orkestra itu tampil. Sementara bagi penonton yang duduk jauh dari lokasi kapal pertunjukkan, mereka masih bisa menyaksikan suasana panggung dan pertunjukkan melalui layar lebar yang disediakan panitia di dekat stall makanan/minuman. Pada acara sejenis di Singapura yaitu "Songs Of The Sea" di Sentosa Island, pertunjukkan juga dilakukan di atas air di tepi pantai dan penontonnya menduduki tribun terbuka yang disediakan. Dan yang paling membedakannya dengan acara ini adalah di sana ada pertunjukkan sinar laser yang sangat menakjubkan dan kita harus membeli tiket agak mahal untuk bisa menyaksikannya, haha... dasar begitulah pikiran mahasiswa yang kantongnya tipis!

Group orkestra yang memainkan Symphony On The Sea ini adalah "Darwin Symphony Orchestra" (DSO), suatu kelompok orketra dari Charles Darwin University yang didirikan pada tahun 1989 oleh Professor Martin Jarvis. Personil orkestra ini terdiri dari dosen musik, mahasiswa/pelajar dan beberapa pemusik di Darwin. Sementara Artistic Director and Chief Conductor dari DSO adalah Matthew Wood yang berasal dari London, Inggris. Dua bulan lalu di Amphitheater Botanical Garden Darwin mereka tampil memukau penonton pada pertunjukkan yang bertajuk "Beatlesmania with DSO". Animo masyarakat yang begitu besar untuk menonton saat itu membuat panitia harus menutup pintu masuk sebelum pertunjukkan dimulai. Sebagian mereka baru bisa masuk saat break time menggantikan beberapa penonton yang pulang duluan.

Mungkin performa mereka yang ciamik itulah dan tentu yang sebelum-sebelumnya menjadi daya tarik penonton untuk menyaksikan atraksi mereka lagi kali ini. Selain itu, masyarakat Darwin memang sangat haus hiburan disaat Dry Season ini. Itu karena disaat Wet Season tiba pada bulan Oktober hingga Maret, mereka terpaksa harus banyak berdiam diri di rumah atau hanya bisa beraktivitas di ruang tertutup. Tidak ada acara pertunjukkan besar yang dilakukan kecuali mau beresiko berantakan diguyur hujan deras atau badai angin (Cyclone) yang bisa merubuhkan tenda-tenda stall, panggung acara atau membongkar atap bangunan/gedung acara. Kami pernah mengalaminya di awal tahun 2011, luar biasa...
 
Foto: Fildza Adilla
Semakin malam suasana acara semakin semarak dengan adanya cahaya yang berwarna-warni indah di tengah kegelapan langit. Kilauan cahaya indah itu terutama yang terpancar dari panggung yang menimpa air laut sehingga menciptakan kilauan jembatan cahaya yang menawan dari arah panggung menuju tempat kita di saat melihatnya. Cahaya lampu dari boat-boat penonton di atas air yang mengelilingi kapal besar tempat pertunjukkan juga semakin manambah kesemarakan suasana acara di malam ini. Suasana gemerlap seperti ini tentunya tidak bisa dirasakan bila kita hanya melihatnya dari televisi saja. Mungkin perbedaan suasananya sama saat kita menonton pertandingan sepakbola Timnas di SUGBK dengan kita hanya menontonnya di televisi di rumah atau “Nobar”.

Pertunjukkan orkestra selesai sekitar pukul 9 pm dan lalu acara ditutup dengan atraksi kembang api selama sekitar 5 menit. Kami pun berkemas pulang dan berkoordinasi sebentar mengenai siapa saja penumpang yang ikut di masing-masing mobil supaya pengantaran ke rumah mereka masing-masing jadi lebih lancar dan efisien. Setelah itu kami berjalan kaki menuju mobil yang lumayan jauh itu. Tapi semua itu tidak terasakan capeknya karena kami lakukan bersama-sama penonton yang lain juga. Mungkin sebab utamanya adalah karena suasana hati kami yang senang dan puas dengan pertunjukkan yang baru saja disaksikan, wallahu’alam…

Kami berharap bisa menyaksikan pertunjukkan Darwin Symphony Orchestra berikutnya pada bulan Oktober 2013 yang bertajuk "Symphony at Uluru". Uluru (bukit batu berbentuk bundar berwarna orange kemerahan) merupakan salah satu warisan dunia yang ada di tengah-tengah benua Australia tepatnya di wilayah Alice Spring. Orkestra yang dipertunjukkan di lokasi tersebut pastilah akan sangat unik, fantastic dan spektakuler. Tapi kami harus segera mengubur mimpi kami itu karena meskipun itu tiket masuknya gratis tapi transport menuju ke sana terhitung mahal buat kami sebagai mahasiswa.

Darwin, 8 September 2013

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More